Jangan biarkan pikiran negative apapun ataupun stress merusak kebahagiaan. Karena kalau kita stress, sel tubuh jd rusak, dan bisa menyebabkan kankerAssalamualaikum,
Sampai saat ini, kanker masih menjadi penyakit tidak menular mematikan no 3 di Indonesia. Saat tau satu sahabat gue positif mengidap penyakit ini, rasanya lemes, sedih dan patah hati. Gue dan temen-temen lain pun datang untuk menjenguk. And surprisingly, disambut dengan ceria dan penuh semangat. Iya, temen gue yang satu ini emang selalu terlihat gembira bahkan disaat-saat sulitnya. Spirit ini lah yang pengen gue bagiin ke temen-temen lain melalui tulisan ini.
Namanya, MR Devitasari. Istri dari dr Felisianus dan ibu dari Kean yang berusia 9 tahun. Dan ini ceritanya...
Kapan pertama kali terdiagnosa penyakit kanker.
Pertamanya curiga ada kanker, karena ada
rasa nyeri di payudara. Lalu coba
periksa dan memang ada benjolan kecil dibagian bawah. Sudah coba pengecekan darah hasilnya
negative. USG juga di coba, dokternya menyarankan di biopsi tapi dokter juga nggak
yakin. Akhirnya diputuskan untuk ke Penang bulan Juli 2013 dan akhirnya
dibiopsi positif kanker.
Setau gue, Devita seorang yang
menganut hidup sehat. Kok bisa kena kanker? Apa penyebabnya?
Penyebab kanker itu multi factor, dokter juga nggak bisa yakin darimana. Dua tahun sebelum terdeteksi, gue jalanin hidup
sehat alias jadi vegetarian. Tapi stress yang tinggi di pekerjaan menurut gue jadi faktor utama yang menjadi penyebab terkena kanker.
Pas dokter bilang kalau hasil biopsi positif, dunia rasanya kiamat. Langsung kepikiran Kean yang waktu itu baru 3 tahun, dan langsung terbayang nggak bisa ngerawat dia lagi. Saat
itu badan rasanya lemas seperti orang yang ga punya daya dan kuasa bener-bener pasrah terhadap Sang Pemberi Kehidupan. Suami sempet nggak terima kenyataan dan
terus mempertanyakan diagnosa dokter. Tapi akhirnya dia menyerah juga.
Saat ketemu dengan dokter
onkologi, dia menyadarkan kita bahwa kita masih punya kesempatan dan harus
berjuang, karena persentase orang yg meninggal karena sakit dan tidak sakit hanya
beda 1%, artinya orang nggak sakit pun bisa meninggal, jadi harus berjuang dan
berusaha. Dari dokter itu, kepercayaan kami bangkit dan akhirnya kami
memutuskan untuk berjuang melawan penyakit ini.
Kean satu-satunya orang yg
sangat positif terhadap kesembuhan mamanya. Dia berkali-kali bilang pada neneknya
kalau mama pasti akan sembuh. Dan itu jadi keyakinan gue untuk berjuang lbh
keras lagi
Bisa diceritain gak usaha apa
aja yang Devita lakuin untuk menyembuhkan penyakit ini?
Gue ikutin semua saran dari dokter, ikutin semua
terapi-terapinya walaupun rasanya sakit dan tidak menyenangkan, tapi gue mau sembuh. Berubah hidup sehat dengan konsumsi lbh banyak sayur dan buah, minum air putih
yg baik. Krn disarankan dokter bahwa air kemasan rentan dengan micro plastic yg
bisa menyebabkan kanker, akhirnya memutuskan utk membeli filter air yg bagus.
Minum jus sehat tiap pagi, mengikuti pengobatan herbal juga sebagai pelengkap
untuk memperbaiki sel-sel yang rusak akibat kemoterapi dan radiasi.
Efek samping post kemo dan radiasi pasti ada,
badan jd mudah lelah, mood swing, lalu sampai sekarang harus minum obat hormon yang memaksa tubuh jadi menopose sebelum waktunya, tangan dan telinga sering terasa
terbakar karena efek obat hormonnya. Bekas radiasi meninggalkan bekas hitam
ditubuh, dan lain sebagainya.
Gue denger Devita sekarang jadi motivator buat para pengidap kanker, bisa diceritain ga gimana awalnya?
Waktu di RS, gue yang paling sering muter-muter RS dan
sering nyemangatin temen-temen gue, padahal waktu itu gue juga masih pengobatan.
Gue berusaha untuk selalu positif dan optimis. Dan optimisme ini gue coba tularkan
ke temen-temen gue yang sedang berjuang. Setelah sembuh, awalnya beberapa kali gue diminta untuk sharing di komunitas-komunitas tentang apa yang sudah gue lalui,
harapannya agar teman-teman bisa belajar dari cerita itu.
Selalu gue bilang bahwa… hati yang bahagia adalah obat… jadi jangan biarkan pikiran negative apapun ataupun stress merusak kebahagiaan. Karena kalau kita stress, sel tubuh jd rusak, dan bs menyebabkan kanker.
Bahagia itu pilihan. Kalo gue happy, gue sehat, kalo gue sehat gue bisa lakukan banyak hal. Jadi gue selalu berusaha memotivasi diri untuk happy, dengan melihat banyak berkat yang udah gue terima selama ini. Gue juga sering sedih sih. Biasanya kalo sedih, gue terima perasaan sedih itu. Gue biarkan sesaat, terus gue cari pikiran positif supaya gue happy lagi. Semua akan datang, menetap sementara dan hilang. Jadi diterima semua perasaannya terus bangkit lagi.
Setelah sharing, banyak yang kemudian minta nomor hp atau pun temenan di FB. Senang selagi bisa bantu mereka mengingatkan untuk tetap semangat dan optimis. Tapi kadang sedih manakala dapat info bahwa ada teman yang sudah berjuang namun Tuhan memanggil, tapi at least mereka sudah berjuang. Hidup ini kan perjuangan menuju garis finish.
Selalu gue bilang bahwa… hati yang bahagia adalah obat… jadi jangan biarkan pikiran negative apapun ataupun stress merusak kebahagiaan. Karena kalau kita stress, sel tubuh jd rusak, dan bs menyebabkan kanker.
Bahagia itu pilihan. Kalo gue happy, gue sehat, kalo gue sehat gue bisa lakukan banyak hal. Jadi gue selalu berusaha memotivasi diri untuk happy, dengan melihat banyak berkat yang udah gue terima selama ini. Gue juga sering sedih sih. Biasanya kalo sedih, gue terima perasaan sedih itu. Gue biarkan sesaat, terus gue cari pikiran positif supaya gue happy lagi. Semua akan datang, menetap sementara dan hilang. Jadi diterima semua perasaannya terus bangkit lagi.
Setelah sharing, banyak yang kemudian minta nomor hp atau pun temenan di FB. Senang selagi bisa bantu mereka mengingatkan untuk tetap semangat dan optimis. Tapi kadang sedih manakala dapat info bahwa ada teman yang sudah berjuang namun Tuhan memanggil, tapi at least mereka sudah berjuang. Hidup ini kan perjuangan menuju garis finish.
Lewat kejadian ini, gue jadi lebih
bisa menghargai waktu, terutama untuk keluarga. Prinsip gue sekarang adalah, do the
best now… coz later is not yours… lakukan yang terbaik dalam hal apapun yg kita
kerjakan, karena nanti atau besok belum tentu ada.
Comments
Post a Comment